ANGGITA OKTAVIANI

September 2015 | Anggita Oktaviani
Teknik komputer JaringanTeknik Komputer Jaringan
Home
Teknik Komputer Jaringan
Tentangku

Selasa, 29 September 2015

ficture indonesia

ficture indonesia

INDONESIA jika tetes darah yang mengucur demi merdekanya bangsamu Tak cukup berharga bagimu Lalu dengan apa kau akan mencintai Tanah Airmu? Jika ribuan nyawa yang melayang demi merah putih Tak juga berarti untukmu. Lalu dengan apa kau akan mencintai negerimu? Dinegeri di mana kita lahir, Tumbuh menyulam impian masa kecil Dari tanah negeri ini kita hidup Dari air bumi ini kita minum Dari udara alam ini kita bernafas Jika semua itu tak cukup bermakna bagimu Lalu dengan apa lagi kau akan membanggakan bangsamu? Bukan harta yang mereka impikan, Bukan pangkat berbintang yang mereka harapkan Bukan gelar pahlawan yang mereka inginkan Tapi sebuah cinta, Cinta yang hadir dalam hati kita Untuk mencintai negeri ini Untuk mencintai tanah air ini Untuk mencinta indonesia yang kini merintih perih Aku cinta Indonesia Indonesia yang telah diperjuangkan oleh pejuang bangsa Indonesia yang merdeka dengan tetesan darah dan air mata Hingga ujung nyawa, Tetaplah cinta pada Bangsa Karena Tuhan tak pernah lupa Pada mereka Yang mencintai bangsanya

Minggu, 27 September 2015

RADEN AJENG KARTIN

RADEN AJENG KARTIN

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

Every April 21 people in indonesia commemorate the kartini day. It is beautiful day for the woman because we celebrate the birth of great lady R.A.Everyone knows who Kartini is. She is our national heroine and a great lady with the bright idea. Kartini was born in 1879 April 21 in mayong jepara. Her father was Rama Sosroningrat a Wedana (assistant of head of regency) in mayong. Her mother, Ma Ngasirah was a girl from Teluk Awur village in Jepara as the daughter of a noble family, she felt luck because she got more than the ordinary people got. She got better education than other children. In november 12 1903 she married adipati djoyodiningrat, the head of rembang regency. According to javanese tradition Kartini had to follow her husband. Then she moved to rembang. In September 13 1904 she gave a birth to her son. His name was Singgih. But after giving birth to a son, her condition was getting worse and she finally passed away on september 17 1904 on her 25 years old. Now Kartini has gone. but her spirit and dream will always be in our heart. Nowadays Indonesian women progress is influenced by kartini's spirit stated on collection of letter "habis gelap terbitlah terang" or from the dusk to the dawn. Terjemahannya R.A. Kartini Setiap 21 April masyarakat di Indonesia memperingati hari kartini. Ini adalah hari yang indah untuk wanita karena kita merayakan kelahiran wanita hebat R.A. Kartini. Semua orang tahu siapa Kartini. Dia adalah pahlawan nasional kami dan seorang wanita hebat dengan ide cemerlang. Kartini lahir pada tahun 1879 21 April di Mayong Jepara. Ayahnya adalah Rama Sosroningrat seorang Wedana (asisten Bupati) di Mayong. Ibunya, Ma Ngasirah adalah seorang gadis dari desa Teluk Awur di Jepara yang merupakan putri dari keluarga bangsawan, dia merasa beruntung karena dia mendapat lebih dari pada orang biasa. Dia mendapat pendidikan yang lebih baik daripada anak-anak lain. Pada tanggal 12 November 1903 ia menikah dengan adipati djoyodiningrat, kepala Kabupaten Rembang. Menurut tradisi Jawa Kartini harus mengikuti suaminya. Kemudian ia pindah ke Rembang. Pada 13 September 1904 ia melahirkan anaknya. Namanya Singgih. Tapi setelah melahirkan seorang putra, kondisinya semakin parah dan dia akhirnya meninggal dunia pada 17 September 1904 berusia 25 tahun. Sekarang Kartini telah tiada. Tapi semangat dan mimpi nya akan selalu berada di hati kita. Saat ini kemajuan perempuan Indonesia dipengaruhi oleh semangat kartini yang diyatakan dalam koleksi surat "Habis Gelap terbitlah Terang" yang ditulisnya.

BIODATA

Template by:

Free Blog Templates